Popular Post

Tugas V-Class : Analisis Kinerja Sistem

By : Muhammad iskandar
Kelompok : 3
·       Fuadillah Al Khumairah (12115794)
·       Mohammad Iskandar (14115293)
·       Nur Adi Widyanto (15115160)
·       Sulis Andriany (16115704)

      Kali ini kami dari kelompok 3 akan melakukan analisis pada website provinsi lampung, kabupaten lampung timur, dan kabupaten lampung utara. analisis ini dilakukan semata-mata hanya untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Analisis Kinerja Sistem. berikut adalah hasil analisis yang kami temukan.
Narasi :
Dari analisis website diatas dapat disimpulkan bahwa informasi utama dalam website pada potensi daerah dengan bobot 40 persen, komoditas utama dengan bobot 30 persen, dan kualitas SDM dengan bobot 30 persen pada website provinsi lampung mendapatkan nilai 36, sedangkan pada website kabupaten lampung timur mendapatkan nilai 24, dan pada website kabupaten lampung utara mendapatkan nilai 60.
Informasi tambahan pada tahap 1 dengan bobot 20 persen, tahap 2 dengan bobot 30 persen, tahap 3 dengan bobot 50 persen pada website provinsi lampung mendapat nilai 90, sedangkan pada website kabupaten lampung timur mendapatkan nilai 72, dan pada website kabupaten lampung utara mendapatkan nilai 0.
Penyediaan hubungan pada G2C dengan bobot 40 persen, G2B dengan bobot 30 persen, G2G dengan bobot 30 persen pada website provinsi lampung mendapat nilai 0, sedangkan pada website kabupaten lampung timur mendapatkan nilai 56, dan pada website kabupaten lampung utara mendapatkan nilai 32.
Aksesibilitas pada website provinsi lampung mendapat nilai 100, sedangkan pada website kabupaten lampung timur mendapatkan nilai 100, dan pada website kabupaten lampung utara mendapatkan nilai 100.
Desain pada Animasi dengan bobot 30 persen, Grafis dengan bobot 30 persen, Text lengkap dengan bobot 40 persen pada website provinsi lampung mendapat nilai 63, sedangkan pada website kabupaten lampung timur mendapatkan nilai 93, dan pada website kabupaten lampung utara mendapatkan nilai 93.
Jumlah tingkatan informasi pada 1 tingkat dengan bobot 25 persen, 2 tungkat dengan bobot 25 persen, 3 tingkat dengan bobot 25, dan  4 tingkat dengan bobot 25 persen pada website provinsi lampung mendapat nilai 20, sedangkan pada website kabupaten lampung timur mendapatkan nilai 0, dan pada website kabupaten lampung utara mendapatkan nilai 25.
Maka dari keseluruhan analisis diatas pada website provinsi lampung mendapatkan nilai total 47,3 , sedangkan pada website kabupaten lampung timur mendapatkan nilai total 48,1 , dan pada website kabupaten lampung utara mendapatkan nilai total 44,1 .
Selayang pandang pada website provinsi lampung tidak memiliki arti lambang, sedangkan pada website kabupaten lampung timur dan kabupaten lampung utara tidak memiliki moto.
Kemudian pemerintahan daerah pada website provinsi lampung tidak memiliki eksekutif. Sedangkan pada website kabupaten lampung timur dan kabupaten lampung utara tidak memiliki nama, alamat, telepon, e-mail dari pejabat daerah. Dan pada website kabupaten lampung utara juga tidak memiliki eksekutif dan legislatif.
Pada website kabupaten lampung timur tidak memiliki semua aspek geografis, sedangkan pada website kabupaten lampung utara hanya memiliki informasi berupa numeris / statistik dan harus mencantumkan nama instansi dari sumber datanya, kemudian pada website provinsi lampung tidak terdapat topografi.
Pada peta wilayah dan sumper daya di website provinsi lampung, kabupaten lampung timur, dan kabupaten lampung utara mempunyai peta wilayah. Sedangkan untuk bentuk peta dan sumber daya hanya website provinsi lampung yang tidak tersedia.
Pada peraturan/kebijakan daerah hanya terdapat pada website kabupaten lampung utara.










Sumber :
http://www.lampungprov.go.id/
http://www.lampungtimurkab.go.id/
https://lampungutarakab.go.id/

Tugas 4 : Melakukan Audit Through the Conputer, around the computer pada lingkungan workgroup/enterprise information system

By : Muhammad iskandar


Nama Kelompok :
1.    Fuadillah Al Khumairah (12115794)
2.    Mohammad Iskandar (14115293)
3.    Nur Adi Widyanto (15115160)
4.    Sulis Andriany (16115704)

AUDIT SISTEM INFORMASI
PADA LINGKUNGAN WORKGROUP WARNET ABCD

1.            Obyek Audit :

-          Warnet ABCD

-          Sistem operasi

-          Firewall

-          Jaringan



2.            Metode  audit  yang  digunakan : audit  through  the  computer 

Pendekatan dimana auditor melakukan pemeriksaan langsung terhadap software atau aplikasi yang terdapat pada komputer tersebut, dan jaringan yang digunakan pada warnet tersebut dengan menggunakan software tertentu.



3.            Instrumen Audit :

-          Melakukan wawancara dengan operator warnet guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk audit.

-          Memahami ruang lingkup warnet.

-          Memahami sistem yang digunakan oleh warnet ABCD.

-          Melakukan pengujian aplikasi pada proses input dan ouput.

-          Mengaudit terhadap data dan informasi yang telah didapat.



4.            Hasil Temuan :

a.    Sistem Operasi



Sistem operasi yang digunakan pada warnet ABCD adalah Windows 7 Pro 64 bit.



OS : Windows 7 Pro

Processor : INTEL i5

RAM : 4GB



b.    Firewall



Firewall adalah sistem keamanan jaringan komputer yang digunakan untuk melindungi komputer dari beberapa jenis serangan dari komputer luar.

Firewall pada warnet ABCD dalam keadaan aktif pada komputer klient maupun server sehingga keamanan terhadap komputer terlindungi.




c.    Jaringan



Kecepatan jaringan pada warnet ABCD menggunakan isp VNT dan di test menggunakan speed test.

Tugas 3 : Melakukan Audit Through the Computer, around the Computer pada Lingkungan Personal Information System

By : Muhammad iskandar

Nama Kelompok : Fuadillah Al Khumairah (12115794)
       Mohammad Iskandar (14115293)
       Nur Adi Widyanto (15115160)
       Sulis Andriany (16115704

Audit Through The Computer

Audit through the computer adalah dimana auditor selain memeriksa data masukan dan keluaran, juga melakukan uji coba proses program dan sistemnya atau yang disebut dengan white box, sehinga auditor merasakan sendiri langkah demi langkah pelaksanaan sistem serta mengetahui sistem bagaimana sistem dijalankan pada proses tertentu.



Audit Around The Computer

Audit around the computer masuk ke dalam kategori audit sistem informasi dan lebih tepatnya masuk ke dalam metode audit. Audit around the computer dapat dikatakan hanya memeriksa dari sisi user saja pada masukkan dan keluaranya tanpa memeriksa lebih mendalam terhadap program atau sistemnya, bisa juga dikatakan bahwa audit around the computer adalah audit yang dipandang dari sudut pandang black box.


·         Objek Garapan

Audit Personal Personal Information System


·         Metode atau cara pengerjaan

-          Objek Audit          : Laptop Lenovo

-          Sistem Operasi




Sistem operasi yang digunakan pada Personal Computer yang kami gunakan adalah windows 10.



Gambar diatas menunjukkan Device yang ada pada Personal Computer yang kami gunakan.



-        Auditing Penyimpanan

Penyimpanan yang berada pada Partisi C terdapat 172GB. Sedangkan penyimpanan pada Partisi D terdapat 292GB.




Tugas Softskill : Contoh Laporan Audit

By : Muhammad iskandar
Berikut ini adalah contoh laporan audit yang disusun oleh
1. Fuadillan Al Khumairah (12115794)
2. Mohammad Iskandar (14115293)
3. Nur Adi Widyanto (15115160)
4. Sulis Andriany (16115701)

Laporan ini dibuat semata-mata hanya untuk memenuhi tugas pada mata kuliah "Audit Teknologi SI".

Download file

Apa itu COBIT ?

By : Muhammad iskandar
       Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) dapat definisikan sebagai alat pengendalian untuk informasi dan teknologi terkait dan merupakan standar terbuka untuk pengendalian terhadap teknologi informasi yang dikembangkan oleh Information System Audit and Control Association (ISACA) melalui lembaga yang dibentuknya yaitu Information and Technology Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992. Secara terstruktur, COBIT terdiri dari seperangkat control objectives untuk bidang teknologi informasi, dirancang untuk memungkinkan tahapan bagi audit. Menurut IT Governance Institute, COBIT adalah sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT governance yang dapat membantu auditor, manajemen and pengguna (user) untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan kontrol dan permasalahan-permasalahan teknis dalam perusahaan. COBIT memungkinkan kebijakan pembangunan yang jelas dan baik untuk seluruh organisasi kontrol TI. COBIT menekankan peraturan, membantu organisasi untuk meningkatkan nilai dicapai dari TI, dan memungkinkan pengaturan dan penyederhanaan pelaksanaan pada kerangka COBIT.
     COBIT yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1996, mengalami perubahan berupa perhatian lebih kepada dokumen sumber, revisi pada tingkat lebih lanjut serta tujuan pengendalian rinci dan tambahan seperangkat alat implementasi (implementation tool set) pada edisi keduanya yang dipublikasikan pada tahun 1998. COBIT pada edisi ketiga ditandai dengan masuknya penerbit utama baru COBIT yaitu ITGI. COBIT edisi 4.1 diperluas dengan arahan lebih kepada IT Governance. COBIT edisi kelima merupakan versi terakhir dari tujuan pengendalian untuk informasi dan teknologi terkait dengan mencakup keseluruhan dari COBIT 4.1 dengan tambahan tentang Risk IT dan Val IT. ISACA telah meluncurkan Val IT yang berhubungan dengan proses COBIT untuk proses manajemen senior yang dibutuhkan untuk mendapatkan nilai baik dari investasi TI.
      Tujuan diluncurkan COBIT adalah untuk mengembangkan, melakukan riset dan mempublikasikan suatu standar teknologi informasi yang diterima umum dan selalu up to date untuk digunakan dalam kegiatan bisnis sehari-hari. Dengan bahasa lain, COBIT dapat pula dikatakan sebagai sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT governance yang dapat membantu auditor, manajemen and pengguna (user) untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan kontrol dan permasalahan – permasalahan teknis, meningkatkan tingkatan kemapanan proses dalam IT dan memenuhi ekspektasi bisnis dari IT. COBIT mampu menyediakan bahasa yang umum sehingga dapat dipahami oleh semua pihak. Adopsi yang cepat dari COBIT di seluruh dunia dapat dikaitkan dengan semakin besarnya perhatian yang diberikan terhadap corporate governance dan kebutuhan perusahaan agar mampu berbuat lebih dengan sumber daya yang sedikit meskipun ketika terjadi kondisi ekonomi yang sulit. Fokus utama COBIT adalah harapan bahwa melalui adopsi COBIT ini perusahaan akan mampu meningkatkan nilai tambah melalui penggunaan TI dan mengurangi resiko-resiko inheren yang teridentifikasi didalamnya.

Kegunaan COBIT dalam membantu auditor, yaitu :
  •          Meningkatkan pendekatan/program audit
  •          Mendukung audit kerja dengan arahan audit secara rinci
  •          Memberikan petunjuk untuk IT governance
  •          Sebagai penilaian benchmark untuk kendali IS/IT
  •          Meningkatkan control IS/IT
  •          Sebagai standarisasi pendekatan/program audit



































Sumber :
https://gisagisni.wordpress.com/2014/03/25/control-objective-for-information-and-related-technology-cobit/

Tools untuk melakukan audit dengan menggunakan ITIL

By : Muhammad iskandar
     ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detil tentang beberapa praktik (TI) penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi (TI). Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).
     Pada awalnya ITIL adalah serangkaian lebih dari 40 buku pedoman tentang pengelolaan layanan IT yang terdiri dari 26 modul. Perpustakaan besar pertama ini juga dikenal sebagai ITIL 1.0. Antara 2000 dan 2004 disebabkan oleh peningkatan pelayanan yang berkesinambungan dan adaptasi terhadap situasi saat ini dalam lingkungan (TI) modern ITIL 1.0 di rilis besar dan digabungkan menjadi delapan inti manual: ITIL 2.0. Pada awal musim panas 2007 ITIL 3.0 diterbitkan. Ini didirikan struktur yang sama sekali baru. Ini terdiri dari tiga bidang utama, yaitu ITIL Core Publikasi, ITIL Pelengkap Bimbingan, dan ITIL Web Support Services.
     Dengan menyediakan pendekatan sistematis untuk manajemen layanan TI, ITIL dapat membantu sebuah perusahaan dalam cara berikut:
1. Mengurangi biaya
2. Peningkatan layanan TI melalui penggunaan proses-proses praktek terbaik yang telah terbukti
meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pendekatan yang lebih profesional untuk pelayanan standar dan pedoman
3. Meningkatkan produktivitas
4. Meningkatkan penggunaan keterampilan dan pengalaman
5. Meningkatkan penyampaian layanan pihak ketiga melalui spesifikasi ITIL atau ISO 20000 sebagai standar untuk pengiriman layanan pengadaan jasa.
































Sumber :
https://mumtazgalery.wordpress.com/2013/12/11/apa-sih-it-infrastruktur-library-itil-itu/

- Copyright © Tugas Soft skill - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -